Rabu, 11 Mei 2011

Gravity Methods

Faktor – Faktor yang mempengaruhi kesalahan dalam pengukuran Gravitymeter
a.      Faktor Internal Instrumen
b.      Kesalahan Pembacaan
c.       Ketepatan leveling
d.      Penentuan nilai FK
e.      Faktor Elastic Hysteris (Short term Drift)
f.        Internal Power Supply

Faktor External Instrumen
a.       Perubahan Temperatur
b.      Perubahan Tekanan
c.       Perubahan Kemagnetan tetap
d.      Guncangan saat pengukuran

Faktor yang mempengaruhi pengukuran dalam gravitasi
a.       Elevasi titik ukur
b.      Topografi di sekitar titik ukur
c.       Posisi Garis Lintang
d.      Strukur  benda di bawah permukaan
e.      Posisi Bulan dan Matahari terhadap bumi




Koreksi dalam Metode Gravity

1.  Koreksi Drift : Koreksi ini dilakukan karena unsur alat, dimana alat gravity meter memiliki pegas halus yang di dalam kajian ilmu pegas halus tersebut pengalamai apungan / Drift saat dilakukan pengukuran. Fenomena ini diperoleh dari pengukuran berulang satu titik amat pada waktu yang berbeda maka akan diperoleh nilai yang berbeda.

2.   Koreksi Udara Bebas/ Free Air Correction : Koreksi ini dilakukan karena adanya anggapan bahwa tarikan bumi secara keseluruhan berasal dari satu pusat massa. Oleh karena itu jika elevasi pada gravitymeter berubah, maka jarak pada pusat bumi akan berubah. 

3.  Koreksi Lintang : Koreksi ini dilakukan dengan prinsip bahwa Bumi memiliki bentuk yang elipsoid pada kedua kutubnya dan menganggap bahwa material penyusun bumi adalah bahan yang homogen. 

4.    Koreksi Bouger : Koreksi ini dilakukan untuk mengukur nilai tarikan massa batuan antara level stasiun dengan bidang datum, untuk menyederhanakan masalah batuan yang berada pada level stasiun dan bidang datum dianggap berbentuk slab dengan densitas homogen. 

5.   Koreksi Pasut : Koreksi ini dilakukan karena perbedaan setiap hari nilai ketinggian pasang dan surut yang dipengaruhi oleh kedudukan bulan terhadap bumi. 

6.    Koreksi Medan : Koreksi ini dilakukan untuk mengkompensasi ketidak rataan bentuk topografi pada sekitar daerah amat, yang mempengaruhi nilai gravity meter secara vertikal.

Jumat, 04 Maret 2011

Kabba

Why we must turn around Kabba seven times counterclockwise ?

In the name of Allah, The Beneficent The Merciful 


Read in the name of your lord who created 
He created a man from clot
Read and your lord is most honorable 
(Quran Al Alaq 1-3)


Earth form about 570 millions years ago based on Geological time scale from Paleozoikum age (most acient age) till Kwarter age 0.01 million years ago, In the first created  land and ocean just one place then move counterclockwise seven times then establish like now



Land Moving seventimes but Mecca in nothing, you can compare the arabic region in that picture. 


THE MIRACLE OF TAWAF

Kabba is the Holy place for Muslims, we can research in that place if in the Kabba is nothing influence of magnetism, if we can assumed, Kabba is like a center of Human to pray, people pray like water way and Kabba is a focus


Tawaf is ritual of pilgrimage, , which Muslims turn and walk away together seven times counterclockwise to finishing ritual of pilgrimage.

Based of principle right of Hund or Principle of Lorentz about force which happen because electric charge moving by magnetic current in electric field

with that Equation

F : Force (Newton)
B : Magnetic Field (Tesla)
q : Electric charge (Columb)
I : Electric current
v : Velocity (meter/sec)
x : cross direction vector multiplication

We can assumed I as Kabba (our Thumb) which emit electric current and B (our fingers) is a person whom walk around counterclockwise, so Insya Allah Kabba emit Electric current to sky when Tawaf done